Executive Director Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda menilai 2023 sebagai momen yang tepat untuk membeli properti.
Hal itu didasari oleh kondisi pasar dan juga fundamental perekonomian Indonesia yang perlahan terus mengalami perbaikan.
"Kami optimis di tahun ini bahwa industri properti tidak akan kehilangan daya beli, dilandasi dengan kekuatan pasar lokal dan ekonomi fundamental Indonesia. Jika mampu, lebih baik beli properti di tahun 2023 daripada menunggu di tahun-tahun depan. Harga properti akan makin bersahabat di tahun politik ini. Setelah pemilu, bisa jadi harga properti akan naik seiring kenaikan permintaan," tutur Ali dalam pernyataan resmi yang diterima IDN Times, dikutip Jumat (17/2/2023).
1. Dua tips membeli properti tahun ini
Ali pun kemudian memberikan dua tips utama bagi masyarakat yang ingin membeli properti tahun ini.
Pertama, manfaatkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang melandai atau di bawah bunga sebelum pandemik COVID-19.
"Kedua, jika menggunakan pihak ketiga untuk membeli properti, seperti agen atau platform digital, pastikan sudah terpercaya dan memberikan transparansi untuk proses dan biaya yang harus dikeluarkan," kata Ali.
2. Pinhome jadi platform digital favorit pembelian properti
Sejalan dengan hal tersebut, Pinhome telah masuk dalam tiga besar platform digital pembelian properti di Indonesia dengan layanan di lebih dari 75 persen kota-kota Indonesia.
Selain itu, aplikasi Pinhome juga telah diunduh lebih dari 600 ribu kali.
Sebagai property tech, Pinhome menyediakan lebih dari 700 ribu properti yang berbeda dan juga pendanaan serta perawatan properti.
"Solusi hulu ke hilir ini kami hadirkan untuk membantu masyarakat Indonesia memiliki rumah untuk pertama kalinya. Terbukti, solusi Pinhome mempercepat proses pembelian rumah pertama hingga tiga kali lebih cepat. Proses yang biasa memakan waktu rata-rata enam bulan, di Pinhome hanya selesai bisa dalam dua bulan. Dalam tiga tahun ini Pinhome juga berhasil menjadi tiga besar situs properti di Indonesia yang paling banyak dikunjungi," papar CEO dan Founder Pinhome, Dayu Dara Permata.
3. Berbagai Temuan Pinhome
Pinhome pun kemudian melakukan riset ke konsumen terkait kepemilikan rumah pertama. Ada beberapa hasil yang di antaranya masyarakat kini menggemari rumah tapak dengan harga di bawah Rp600 juta sebagai rumah pertama.
Kemudian, dari hasil riset tersebut, Pinhome mendapatkan data bahwa lokasi properti paling banyak dicari kini bergeser dari Jakarta dan menuju beberapa kota seperti Bogor, Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bandung.
Hasil riset lainnya adalah kebutuhan kredit semakin berkembang yang ditunjukkan lewat minat terhadap KPR takeover meningkat karena potensi penghematan hingga 25 persen dari total cicilan.
sumber: idntimes
0 comments:
Post a Comment